Warisan kaya Conax Technologies di industri kedirgantaraan dimulai sejak awal program luar angkasa. Ketika John Glenn menjadi orang Amerika pertama yang mengorbit Bumi sebagai bagian dari Proyek Merkurius NASA, katup aktivasi eksplosif Conax ikut bersamanya.
Berbekal kesuksesan tersebut, komponen Conax digunakan dalam pengembangan banyak pesawat tempur, termasuk F-16 Fighting Falcon untuk Angkatan Udara Amerika Serikat dan Rolls Royce V22 Osprey untuk Departemen Pertahanan AS.
Komponen Conax juga telah digunakan pada platform Boeing dan Airbus pesawat penumpang komersial terkemuka di dunia serta pada mesin Pratt & Whitney, Rolls Royce, dan CFM56.
Saat ini, industri eksplorasi ruang angkasa memasuki era inovasi dan peluang yang menggembirakan. Dengan kemajuan teknologi yang inovatif, peningkatan keterlibatan sektor swasta, dan misi ambisius ke Bulan, Mars, dan seterusnya, sektor ini berkembang pesat. Perusahaan-perusahaan seperti SpaceX dan Blue Origin serta program Artemis NASA mendorong kemajuan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menjadikan ruang angkasa lebih mudah diakses dan menginspirasi gelombang eksplorasi baru. Conax bangga bermitra dengan para pemimpin industri dalam banyak misi menarik ini.

Solusi Conax untuk Industri Kedirgantaraan
Conax bekerja langsung dengan para pemimpin industri untuk mendesain, membangun, menguji, dan mengirimkan rakitan kabel dan harness berkualitas tinggi serta sensor suhu untuk berbagai macam mesin dan aplikasi.
Cables and harnesses
- Vibration cables for CF6-80 Series engines
- Mineral insulated cable
- Cables for A320neo engines
- Cable assemblies for large frame ground-based turbines
Temperature sensors
- Brake temperature system thermocouples
- Cabin/Fuselage Thermistor temperature sensors
- Combination Compressor temperature and pressure pickup sensors
- Exhaust gas temperature probes for CFM56 engines
- APU air inlet RTDs
- Inner turbine temperature sensors
- F15 and F16 fighter jets
- V22 Osprey
- NASA Artemis


